Rabu, 15 April 2015

Kasus Sila dalam Pancasila

NAMA : RINARDO YOSHI BASKORO 
NPM    :19214424
KELAS : 1EA28

 PENDIDIKAN PANCASILA


1. (Ketuhanan Yang Maha Esa)

·         Sisi Positif

Jakarta - Sejumlah cendekiawan muslim hadir dalam pengajian di gedung PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya 62, Jakarta Pusat. Kali ini tema pengajian agak berbeda: membahas Pancasila dan kondisi Indonesia kini. Tema ini digelar untuk memperingati hari lahirnya Pancasila.

Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB, Jumat (1/6/2012) itu dihadiri antara lain Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, mantan Ketua PP Muhammadiyah yang juga mantan ketua MPR Amien Rais, Wakil Ketua MPR Hadjriyanto Y Thohari, mantan Ketua MK Jimly Ash-shiddiqie, mantan ketua umum PBNU Hasyim Muzadi, mantan Menpora Mahadi Sinambela, mantan wakil ketua MPR AM Fatwa, mantan ketua umum DPP PAN Soetrisno Bachir, ketua MUI Amidhan, dan wakil ketua MPR Farhan Hamid.

Ø  Analisis :

Dari berita tersebut, rasa cinta terhadap tanah air dan juga rasa wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa terlihat jelas di gedung PP. Hal itu terlihat saat diadakannya pengajian bersama dengan dilandasi Pancasila pada Sila yang pertama.

·         Sisi Negatif
                                 
Sumedang - Ahdiyat duduk sila di saung dekat area makam keramat Prabu Aji Putih. Sembari menghela nafas, jemari pria berusia 62 tahun ini bergerak membenahi posisi peci yang melekat di kepala. Sekilat mimik Ahdiyat memancar isyarat serius.

"Mun aya jelema niat hayang beunghar ka makam ieu, ku abdi langsung titah balik (kalau ada orang punya niat ingin kaya ke makam ini, sama saya suruh pulang)," ucap Ahdiyat sewaktu berbincang bersama detikcom, pekan lalu.

Siang itu langit menggelayut mendung. Ahdiyat baru kelar kedatangan peziarah, dua pria dan satu perempuan dewasa, ke Situs Ciepeueut I yang dipercaya makam leluhur Prabu Aji Putih. Letak makamnya di Kampung Cipeueut, Desa Cipaku, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang. Makam keramat tersebut salah satu situs cagar budaya yang terancam tergenang akibat dampak pembangunan Waduk Jatigede.

Sejak 14 tahun lalu Ahdiyat didapuk menjadu juru kunci makam Prabu Aji Putih. Prabu Aji Putih raja pertama Kerajaan Tembong Agung yang merupakan cikal bakal Kerajaan Sumedanglarang.

"Peziarah sekadar silaturahmi. Tidak aneh-aneh. Ziarah biasa saja ke makam leluhur. Kalau ada yang tirakat, paling hanya sampai tiga hari," tutur sang kuncen tersebut.

Ahdiyat tak membantah soal hikayat banyak peziarah melakukan tirakat ke makam keramat untuk berharap mendapat ilafat. "Saya ingatkan (kepada peziarah), paling utama niatkan berdoa dan mencari berkah kepada Allah," ujar Ahdiyat.

Ø  Analisis :

Dalam kasus ini, perilaku yang tidak sepatutnya dicontoh oleh masyarakat. Karna, percaya pada zat selain Tuhan YME. Merupakan sifat syirik. Selain itu. Ini juga sudah keluar jalur dari keyakinanan kita kepada Tuhan, dan Pancasila pada sila pertama.
2. (Kemanusiaan yang adil dan beradab)
·         Sisi Positif
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, menggelar inspeksi mendadak (sidak) pelaksanaan ujian nasional (UN) hari pertama, Senin (13/4/2015) pagi tadi di SMK Negeri 20 Jakarta. UN tingkat SMA/sederajat dimulai serentak hari ini di seluruh Indonesia.

Untuk pelaksanaan tahun ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuka sejumlah posko untuk mendukung jalannya UN 2015. Posko-posko tersebut siap melayani peserta ujian atau sekolah akan kebutuhan informasi selama pelaksanaan UN SMA/sederajat 13-15 April 2015 maupun UN SMP/sederajat pada 4-7 Mei  2015.

Ø  Analisis :

Dari kasus tersebut, pemerintah sebagai contoh masyarakat sudah sepatutnya terjun kelapangan untuk memantau keadaan masyarakat. Apalagi para siswa yang akan mengahadpi UN. Karna, bagaimana pun, seorang siswa menentukan masa depan Negara Indonesia ini. Jika dalam menjalankan Ujian Nasional (UN) saja tidak berlaku adil. Bagaimana nasib Negara kita yang mayoritas memiliki sifat yang tidak adil.

·         Sisi Negatif

MAKASSAR, KOMPAS.com - Seorang tersangka perampok minimarket, Renaldi alias Aldi (18) yang mengikuti Ujian Nasional (UN) di Markas Polsekta Panakukang, bercita-cita menjadi polisi. Anak pertama dari lima bersaudara ini menyebut masih ingin melanjutkan pendidikannya kebangku kuliah kelak.

Aldi juga mengaku mempunyai cita-cita menjadi polisi dan membahagiakan kedua orang tuanya, Adnan Farid dan Yuni Mardiana. "Saya mau jadi orang baik-baik. Saya menyesal terlibat tindak pidana perampokan minimarket dan ingin memperbaiki hidupnya. Saya sedih lihat orangtuaku menangis. Kalau keluar, saya tidak mau lagi ikut-ikutan bikin kejahatan," tutur dia.

Siswa SMK YP PGRI Makassar dengan nomor tes 01680063 ini mengikuti UN di salah satu ruangan penyidik Reserse di lantai 2 markas Polsekta Panakukang, Senin (11/4/2015) pagi.

Ø  Analisis :

Dalam kasus ini, seorang siswa tidak sepatutnya melakukan hal tercela seperti itu. Karna, dia adalah anak bangsa penerus generasi yang seharusnya mempunyai sifat keadilan dalam sosial.

3. (Persatuan Indonesia)

·         Sisi Positif

SINGAPURA, KOMPAS.com - Pasangan ganda putra Indonesia, Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi, jadi wakil pertama Indonesia yang lolos ke final Singapura Terbuka 2015. Angga/Ricky menang 21-17, 20-22, 21-17  atas ganda Jepang, Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa, di Indoor Stadium, Sabtu (11/4/2015).

Ø  Analisis :

Hal ini sudah sepatutnya dicontoh. Karna, Angga Pratama/Ricky Karanda Suwarsi, merupakan seseorang yang telah membawa nama baik Indonesia di kanca dunia. Dan hal ini juga dapat mewujudkan rasa persatuan dan kebersamaan dalam bidang olah raga.

·         Sisi Negatif

Jakarta - Rencana Partai Nasdem membagikan modal kepada calon legislatifnya untuk Pemilihan Umum 2014 diapresiasi, sekaligus dikecam oleh Amien Rais. Mengapa?

Eks ketua MPR era 1999-2004 ini menuturkan alasannya. Ia memuji karena Partai Nasdem mampu secara terbuka membebarkan rencananya ke depan. Sedangkan alasan mengecamnya?

"Jelas itu menghancurkan demokrasi. Hanya karena uang, tidak ada wawasan, tidak ada komitmen, tidak ada belas kasih kepada rakyat, sehingga hasilnya itu menjadi sila pertama, keuangan yang maha kuasa," ujar Amien, Selasa (12/6/2012).

Ø  Analisis : 

Tidak sepatutnya tokoh politik di suatu Negara mengadakan pemilihan pemerintah dengan cara yang salah. Hal itu juga dapat merusak cita rasa persatuan yang telah dijunjung tinggi sejak lama.

4. (Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan)

·         Sisi Positif

TANGERANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meresmikan lima unit bus yang diberi nama Trans Anggrek Circle Line. Kelima bus tersebut akan melayani perjalanan dengan rute dari Terminal Pondok Cabe hingga Stasiun KRL Commuter Line Rawa Buntu secara gratis dengan masa uji coba selama tahun 2015.
"Ini untuk seluruh warga Tangerang Selatan. Selama tahun 2015 sifatnya masih free, tidak dipungut biaya, dan operatornya masih pihak kami dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan," kata Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany dalam keterangannya, Senin (13/4/2015).

Ø  Analisis :

Musyawarah yang baik adalah musyawarah yang menghasilkan untuk kepentingan bersama. Dan dalam pemerintahan, musyawarah seharusnya menghasilkan perumusan untuk kepentingan rakyat.

·         Sisi Negatif

Jakarta - Sidang Paripurna DPR akhirnya memutuskan Pilkada lewat DPRD yang tertuang pada UU Pilkada. Adalah kubu Koalisi Merah Putih (KMP) yang mendambakan hal itu terjadi.

Koordinator KMP Idrus Marham dengan bangga menjelaskan alur pikir yang menjadi landasan pilihan mereka. Dia mengatakan bahwa masa transisi harus diakhiri.

"Jadi menurut kami transisi harus diakhiri. Dengan apa? Dengan penataan sistem politik, yaitu mengembalikan Pilkada lewat DPRD seperti dulu lagi," ucap Idrus saat berbincang di Kantor DPP Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat, Jumat (26/9/2014) malam.

Pasal 18 ayat 4 UUD 1945 hasil amandemen menjadi landasan konstitusi mereka. Menurut KMP, demokrasi sah-sah saja dilakukan secara tidak langsung. Sila keempat Pancasila pun dikutip dalam penjelasan dia.

"Secara sosiologis kami memandang kalau pilkada langsung berpotensi menimbulkan konflik horisontal sehingga merusak tatanan sosial dan moral bangsa. Sehingga format ideal bagi kami adalah pilkada DPRD atau tidak langsung," papar Idrus.

Ø  Analisis :

Dalam kasus ini, sebagai tokoh politik di Indonesia. Seharusnya, bermusyawarah tidak mementingkan pihak semata. Tetapi, untuk kepentingan bersama. Apalagi untuk kepentingan rakyat.

5. (Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia)

·         Sisi Positif

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan, pemerintah terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan untuk membuat sebuah industri menjadi hemat energi.

Untuk itu, Kementerian Perindustrian terus menerima beberapa calon investor untuk memproduksi motor listrik. "Kami juga sedang diskusi dengan para gubernur, bagaimana angkutan bajaj nanti menggunakan listrik. Sehingga penggunaan energinya rendah," kata Saleh dalam sebuah diskusi, Selasa (14/4/2015).

Ø  Analisis :

Dalam masalah tersebut, Menteri Perindustrian memiliki sifat yang adil untuk kepentingan masa depan Indonesia. Deangan membuat sebuah industry menjadi hemat energi.

·         Sisi Negatif

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memastikan bakal meninjau atau blusukan ke Pasar Blok G Tanah Abang. Tinjauannya itu untuk mengetahui apakah benar ada permainan yang dilakukan oknum PD Pasar Jaya di sana.
Sebab, berbagai janji PD Pasar Jaya untuk membuat Pasar Blok G Tanah Abang berdenyut, tidak terwujud. Seperti contohnya pembangunan eskalator yang tidak berfungsi sama sekali. "Makanya saya mau ke sana, ke Blok G. Lagi atur waktunya," kata Basuki, Minggu (12/4/2015).

Ø  Analisis :

Selaknya pemerintah turun tangan atas proses penjualan kepada rakyat. Karna, jika pada penataan para pedagang saja tidak rata. Maka perekonomian di Jakarta misalnya, tidak akan sama rata.






Sumber :
ü  www.detik.com










Sabtu, 20 Desember 2014

ILMU BUDAYA DASAR (SOFTSKILL) UNIVERSITAS GUNADARMA

NAMA              : Rinardo  Yoshi Baskoro
NPM                : 19214424
KELAS              : 1EA28

Pengertian Kebudayaan Nasional
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.
Definisi Budaya
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.[1] Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri.”Citra yang memaksa” itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti “individualisme kasar” di Amerika, “keselarasan individu dengan alam” d Jepang dan “kepatuhan kolektif” di Cina.
Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.
Pengertian kebudayaan
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
Definisi Kebudayaan Menurut Para Ahli
Berikut ini definisi-definisi kebudayaan yang dikemukakan beberapa ahli:
1.Edward B. Taylor
Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adapt istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang sebagai anggota masyarakat.
2.M.JacobsdanB.J.Stern
Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk teknologi sosial, ideologi, religi, dan kesenian serta benda, yang kesemuanya merupakan warisan sosial.
3.Koentjaraningrat
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan relajar.
4.Dr.K.Kupper
Kebudayaan merupakan sistem gagasan yang menjadi pedoman dan pengarah bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku, baik secara individu maupun kelompok.
Pengertian kebudayaan nasional adalah kebudayaan yang dimiliki yang merupakan kekayaan budaya bangsa. Kebudayaan nasional secara mudah dimengerti sebagai kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional. Definisi kebudayaan nasional menurut TAP MPR No.II tahun 1998, yakni: Kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila adalah perwujudan cipta, karya dan karsa bangsa Indonesia dan merupakan keseluruhan daya upaya manusia Indonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa, serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada pembangunan nasional dalam segenap bidang kehidupan bangsa. Dengan demikian Pembangunan Nasional merupakan pembangunan yang berbudaya.
Disebutkan juga pada pasal selanjutnya bahwa kebudayaan nasional juga mencermikan nilai – nilai luhur bangsa. Tampaklah bahwa batasan kebudayaan nasional yang dirumuskan oleh pemerintah berorientasi pada pembangunan nasional yang dilandasi oleh semangat Pancasila.
Kebudayaan nasional dalam pandangan Ki Hajar Dewantara adalah “puncak – puncak dari kebudayaan daerah”. Kutipan pernyataan ini merujuk pada paham kesatuan makin dimantapkan, sehingga ketunggalikaan makin lebih dirasakan daripada kebhinekaan. Wujudnya berupa negara kesatuan, ekonomi nasional, hukum nasional, serta bahasa nasional. Definisi yang diberikan oleh Koentjaraningrat dapat dilihat dari peryataannya: “yang khas dan bermutu dari suku bangsa mana pun asalnya, asal bisa mengidentifikasikan diri dan menimbulkan rasa bangga, itulah kebudayaan nasional”. Pernyataan ini merujuk pada puncak – puncak kebudayaan daerah dan kebudayaan suku bangsa yang bisa menimbulkan rasa bangga bagi orang Indonesia jika ditampilkan untuk mewakili identitas bersama.
Pernyataan yang tertera pada GBHN tersebut merupakan penjabaran dari UUD 1945 Pasal 32. Dewasa ini tokoh – tokoh kebudayaan Indonesia sedang mempersoalkan eksistensi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional terkait dihapuskannya tiga kalimat penjelasan pada pasal 32 dan munculnya ayat yang baru. Mereka mempersoalkan adanya kemungkinan perpecahan oleh kebudayaan daerah jika batasan mengenai kebudayaan nasional tidak dijelaskan secara gamblang.
Sebelum di amandemen, UUD 1945 menggunakan dua istilah untuk mengidentifikasi kebudayaan daerah dan kebudayaan nasional. Kebudayaan bangsa, ialah kebudayaan – kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagi puncak – puncak di daerah – daerah di seluruh Indonesia, sedangkan kebudayaan nasional sendiri dipahami sebagai kebudayaan bangsa yang sudah berada pada posisi yang memiliki makna bagi seluruh bangsa Indonesia. Dalam kebudayaan nasional terdapat unsur pemersatu dari Banga Indonesia yang sudah sadar dan mengalami persebaran secara nasional. Di dalamnya terdapat unsur kebudayaan bangsa dan unsur kebudayaan asing, serta unsur kreasi baru atau hasil invensi nasional.
Warisan Budaya diartikan oleh Davidson sebagai “ Produk atau hasil budaya fisik dari tradisi – tradisi yang berbeda dan prestasi – prestasi spiritual dalam bentuk nilai dari masa lalu yang menjadai elemen pokok dalam jatidiri suatu kelompok atau bangsa”. Jadi warisan budaya merupakan hasil budaya fisik (tangible), dan nilai budaya (intangible), dari masa lalu. Warisan budaya adalah salah satu bagian dari Pusaka suatu bangsa, yaitu Pusaka Budaya. Pusaka Budaya adalah hasil cipta, rasa, dan karsa yang istimewa dari lebih 500 suku bangsa di Tanah Air Indonesia, secara sendiri – sendiri, sebagai kesatuan Bangsa Indonesia, dan dalam interaksinya dengan budaya lain sepanjanag sejarah keberadaannya. Pusaka budaya mencakup pusaka berwujud (tangible), dan pusaka tidak berwujud (intangible).

Budaya Internasional
Kebudayaan suatu negara atau wilayah tidak terbentuk secara murni. Artinya, kebudayaan bukan hanya merupakan hasil interaksi dalam masyarakat, namun juga telah terpengaruh dan bercampur dengan unsur kebudayaan dari luar. Pengaruh budaya asing terjadi pertama kali saat suatu bangsa berinteraksi dengan bangsa lain. Misalnya, melalui perdagangan dan penjajahan. Dalam proses interaksi tersebut terjadi saling memengaruhi unsur budaya antarbangsa.
Pada awalnya, perhatian para sarjana antropologi untuk memahami bagaimana unsur kebudayaan asing bisa masuk ke Indonesia adalah melalui penelusuran sejarah mengenai kedatangan bangsa-bangsa asing ke Indonesia yang bertujuan untuk melakukan kolonisasi. Pada masa kolonial Belanda diterapkan sistem administrasi, seperti kelurahan, kawedanan, desa, dan dusun yang sampai sekarang masih tetap berlaku. Pengaruh budaya asing lainnya yang bersifat positif adalah budaya baca tulis yang mulai diterapkan pada masyarakat di segala lapisan sosial.
Budaya asing tidak harus selalu diartikan budaya yang berasal dari luar negeri, seperti budaya barat. Namun, tidak bisa disangkal bahwa budaya barat berupa makanan, mode, seni, dan iptek memang telah banyak memengaruhi budaya masyarakat di Indonesia. Pada abad ke20 dan ke-21, pengaruh budaya asing di Indonesia dapat terlihat melalui terjadinya gejala globalisasi. Dalam proses globalisasi terjadi penyebaran unsur-unsur budaya asing dengan cepat melalui sarana teknologi, komunikasi, informasi, dan transportasi.
Cara Menjaga Budaya Indonesia Agar Tidak Punah
kita sebagai warga indonesia patut berbangga karena negri tercinta ini memiliki keindahan alam dan ribuan kebudayaan yang sangat mempesona. tapi banyak dari pemuda indonesia yang enggan bahkan memandang kebudayaan indonesia sebagai budaya yang kuno. mereka menganggap di eraglobalisasi seperti saat ini kebudayaan indonesia terkesan ketinggalan jaman, karena tidak mengikuti perkembangan jaman. oleh sebab itu sudah seharusnya kita sebagai  warga indonesia melestarikan budaya serta mengingatkan betapa berharga dan pentingnya kebudayaan nusantara kita. kebudayaan indonesia yang begitu beragam, membuat indonesia memiliki daya tarik bagi penduduk di belahan dunia. bahkan tidak sedikit dari mereka tertarik untuk mempelajarinya. karena mereka beranggapan bahwa kesenian dan kebudayaan indonesia begitu unik, dan menarik untuk di pelajari. dan disini saya akan membahas bagaimana cara melestarikan kebudayaa
ada dua cara pelestarian budaya, yaitu :

1. culture experience
culture experience adalah pelestarian budaya yang dilakukan dengan cara terjun langsung. seperti contoh masyarakat dianjurkan mempelajari tarian daerah dengan baik. agar dalam setiap tahunnya tarian ini dapat di tampilkan dan diperkenalkan pada khalayak dengan demikian selain dapat melestarikan budaya kita juga dapat meemperkenalkan kebudayaan kita pada orang banyak.
2. culture knowledge
culture knowladge merupakan pelestarian budaya dengan cara membuat pusat informasi kebudayaan. sehingga mempermudah seseorang untuk mencari tahu tentang kebudayaan. selain itu cara ini dapat menjadi sarana edukasi bagi para pelajar dan dapat pula menjadi sarana wisata bagi para wisatawan yang ingin mencari tahu serta ingin berkunjung ke indonesia dengan mendapatkan informasi dari pusat informasi kebudayaan tersebut.
selain 2 hal tersebut kita juga dapat melestarikan kebudayaan dengan cara sederhana berikut:
a. meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam memajukan budaya lokal.
b. lebih mendorong kita untuk memaksimalkan potensi budaya lokal beserta pemberdayaan dan pelestariannya.
c. berusaha menghidupkan kemballi semangat toleransi kekeluargaan, keramah-tamahan dan solidaritas yang tinggi.
d. selalu mempertahankan budaya indonesia agar tidak punah.
e. mengusahakan agar semua orang mampu mengelola keanekaragaman budaya lokal. oleh sebab itu kita sebagai warga indonesia sudah seharusnya berbangga dengan jutaan keindahan alam serta keanekaragaman budaya yang kita miliki. dan sudah sepatutnya kita melestarikan kebudayaan ini agar terus berkembang dan dapat di perkenalkan kepada seluruh dunia agar tidak ada peng-klaiman dari negara asing yang mengakui kebudayaan indonesia sebagai kebudayaannya.
Mengapa pulau beli sering dikunjungi oleh orang  asing ?
 Karena Keindahan pantai yang dimiliki oleh pulau Bali sangat terkenal, lautnya yang indah kebiruan, juga pemandangan bawah lautnya yang sangat menakjubkan, menjadikan pantai pantai di pulau Bali merupakan surga bagi mereka pecinta snorkeling dan diving. Selain itu, pulau ini juga surga bagi para peselancar. Selain itu, berbagai macam watersport juga tersedia disini. Pemandangan turunnya matahari atau sunset juga menjadi salah satu yang selalu dinanti nantikan para pengunjung karena keindahannya yang sangat luar biasa. Selain itu, Bali juga terkenal sekali akan budaya dan tradisi masyarakatnya yang masih terbilang sangat kental.
Berbagai ritual yang tradisional masih sering dilakukan, berbagai macam kesenian seperti tari kecak, dan lain lain juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis, turis lokal maupun turis mancanegara yang mungkin lebih interest atau tertarik pada hal hal yang masih berbau tradisional dan kental akan budaya asli penduduk Bali sendiri yang memang indah dan sangat mempesona. Selain itu, di Bali juga terkenal dengan tempat tempat hiburannya yang hampir dipastikan tidak pernah sepi dari pengunjung dan selalu ramai. Membuat pulau Bali menjadi tempat wisata yang begitu lengkap. Keindahan pantai dan lautnya, tempat tempat wisatanya, kulinernya, juga tradisi dan berbagai kesenian yang dimilikinya menjadikan pulau Bali sangat populer dan dikenal dunia.


Budaya apa saja yang ada di bali ?
Budaya dan tradisi yang unik ini , membuat salah satu penyebab bali menjadi daerah tujuan wisata, berikut beberapa budaya dan tradisi unik yang masih dijaga kelestariannya:
·         Ngaben – Ngaben adalah upacara Pitra Yadnya, rangkain upacara Ngaben salah satunya prosesi pembakaran mayat yang bertujuan untuk menyucikan roh leluhur orang sudah meninggal. Tradisi ini masih dilakukan secara turun-temurun oleh hampir semua masyarakat Hindhu di Bali.
·         Ngaben tikus di Mengwi – Seperti halnya upacara ngaben, upacara yang biasanya dilakukan pada saat manusia meninggal, dilakukan juga pada tikus, yang bisa dijumpai di Desa Cemagi, Mengwi, upacara ini dilakukan saat wabah tikus mulai menyerang lahan pertanian warga.
·         Subak – Istilah subak hanya dikenal di Bali, yang khusus mengatur sistem pengairan sawah yang digunakan oleh para petani Bali dalam bercocok tanam padi. Istilah ini sudah mulai dikenal dikalangan turis lokal maupun mancanegara.
·         Ngerebong atau Ngurek – tradisi yang ada di Bali yang dilakukan umat Hindhu tepatnya di Pura Pangrebongan, Desa Kesiman, Denpasar. Sebagai masyarakat yang mengikuti ritual ini mulai kerasukan/ trance ada yang berteriak, menangis, menggeram dan menari dengan diiringi musik tradisional beleganjur
·         Megibung - Selain memiliki tempat wisata yang indah, Bali juga kaya dengan budaya dan tradisi unik, adalah merupakan salah satu tradisi warisan leluhur, dimana tradisi makan bersama dalam satu wadah.
·         Gebug Ende – Ada banyak budaya dan tradisi unik warisan leluhur di Bali, dan beberapa ada di Kabupaten karangasem seperti tradisi megibung, kain geringsing di Tenganan dan yang satu ini adalah Gebug Ende atau Gebug Seraya. Seperti namanya tradisi ini berasal dari Desa Seraya.
·         Ter-teran - Satu lagi tradisi unik di Kabupaten Karangasem, tepatnya di Desa Jasri,  tradisi tersebut adalah perang api atau disebut juga ter-teran. Aksi saling serang/ lempar-lemparan dengan api ini. Perang api ini menggunakan obor prakpak/bobok (daun kelapa kering yang diikat).
·         Mekare – kare atau Perang Pandan – Satu lagi tradisi unik yang ada di Bali, tepatnya di Desa Tenganan Karangasem. Upacara Perang Pandan adalah upacara persembahan yang dilakukan untuk menghormati Dewa Indra (dewa perang) dan para leluhur.  menggunakan senjata pandan berduri sebagai senjata masing-masing.
·         Perang Pisang – Upacara perang pisang atau mesabatan biu ini digelar di pelataran pura Bale Agung, desa Tenganan Daud Tukad, dalam rangka pelantikan ketua dan wakil ketua pemuda setempat. Diikuti oleh 16 pemuda desa yang dipilih oleh kelian adat untuk dilawankan dengan 2 orang (calon ketua dan wakil).
·         Omed – omedan Tradisi unik di desa Sesetan ini hanya diikuti oleh Truna-truni / muda – mudi atau yang sudah tua dan belum menikah, adegan tarik menarik dan cium-ciuman ini, dirayakan setap tanggal 1 Caka atau sehari setelah Hari Raya Nyepi.
·         Mekotek – Upacara ini diselenggarakan denan tujuan mohon keselamatan, yang merupakan warisan budaya leluhur yang dirayakan setiap hari Raya Kuningan dan turun-temurun oleh hampir 15 banjar di Desa Munggu kecamatan Mengwi, Badung.
·         Pemakaman di Trunyan – Keunikan tradisi pemakaman mayat di Desa Trunyan sampai sekarang ini masih mejadi tradisi yang dilakukan secara turun temurun oleh warga setempat. Prosesi orang meninggal di Bali, biasanya dikubur ataupun dibakar. Tapi kalau di desa Trunyan tidak seperti itu, tubuh orang yang sudah meninggal melalui sebuah prosesi.
·         Perang Ketupat - Satu lagi tradisi unik di Bali yaitu Perang Ketupat yang dirayakan satu tahun sekali di desa Kapal, Kabupaten Badung. Tujuan diadakan prosesi ini sebagai wujud terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen dan untuk doa keselamatan dan memohon kesejahteraan bagi umat manusia.
·         Ngusaba Bukakak – hanya ada di Bali Utara, tepatnya di desa Adat Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng. Begitu banyaknya  budaya warisa leluhur yang masih terjaga dengan baik di Bali. Tujuan dari Upacara Bukakak ini untuk melakukan permohonan kepada Sanghyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Kesuburan.
·         Mesuryak - Upacara dengan melemparkan uang ke atas ini digelar bertepatan pada Hari Raya Kuningan (10 hari setelah Galungan) setiap 6 bulan sekali, dengan tujuan untuk memberikan persembahan ataupun bekal pada leluhurnya yang turun pada hari raya Galungan dan kembali ke Nirwana pada hari raya Kuningan
·         Upacara Ngedeblag - Tradisi Ngedeblag hanya dilakukan di desa Pekraman Kemenuh, Kec. Sukawati, Gianyar. Prosesi ini dirayakan di setiap Hari Kajeng Kliwon menjelang peralihan sasih kelima dan sasih keenam (kalender Bali) yang digelar sekali dalam setahun.
·         Ritual Agung Briyang -di rayakan setiap 3 tahun sekali pada purnamaning sasih kedasa kalender Hindu Bali, perayaan ini hanya ada di desa tua Sidetapa Buleleng, lokasi desa ini sekitar 40 km barat laut kota Singaraja. Tujuan mengadakan upacara Agung Briyang adalah untuk melawan dan roh-roh jahat.
·         Ngelawang – salah satu ritual tolak bala di Bali yang dilakukan diantara hari raya Galungan dan Kuningan, beberapa tempat masih melakukan tradisi ini ada juga yang tidak, namum nilai budaya ini sudah tertanam pada anak-anak yang mementaskan ritual ini.
·         Ngusabha Tegen – di Desa Kedisan – Kintamani, sarana banten yang dipersembahkan dengan banten/ sesajian tegen-tegenen yang terdiri dari sayur-sayuran, buah dan ikan dipikul oleh kaum pria, sedangkan kaum ibu membawa banten gebogan dengan tujuan agar tetap diberi keselamatan dan kemakmuran

Senin, 10 November 2014

ILMU BUDAYA DASAR SOFT SKILL (UNIVERSITAS GUNADARMA)



Nama          : Rinardo Yoshi Baskoro
NPM           : 19214424
Kelas          : 1EA28
Mata Kuliah : Ilmu Buadaya Dasar (Soft Skill)

KEBUDAYAAN JAWA TENGAH

Jawa Tengah adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Jawa. Provinsi ini berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat di sebelah barat, Samudra Hindia dan Daerah Istimewa Yogyakarta  di sebelah selatan, Jawa Timur di sebelah timur, dan Laut Jawa di sebelah utara. Luas wilayah nya 32.548 km², atau sekitar 25,04% dari luas pulau Jawa. Provinsi Jawa Tengah juga meliputi Pulau Nusakambangan di sebelah selatan (dekat dengan perbatasan Jawa Barat), serta Kepulauan Karimun Jawa di Laut Jawa.
Pengertian Jawa Tengah secara geografis dan budaya kadang juga mencakup wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Jawa Tengah dikenal sebagai "jantung" budaya Jawa. Meskipun demikian di provinsi ini ada pula suku bangsa lain yang memiliki budaya yang berbeda dengan suku Jawa seperti suku Sunda di daerah perbatasan dengan Jawa Barat. Selain ada pula warga Tionghoa-Indonesia, Arab-Indonesia dan India-Indonesia yang tersebar di seluruh provinsi ini.

 

Suku

Mayoritas penduduk Jawa Tengah adalah Suku Jawa. Jawa Tengah dikenal sebagai pusat budaya Jawa, di mana di kota Surakarta dan Yogyakarta terdapat pusat istana kerajaan Jawa yang masih berdiri hingga kini. Suku minoritas yang cukup signifikan adalah Tionghoa, terutama di kawasan perkotaan meskipun di daerah pedesaan juga ditemukan. Pada umumnya mereka bergerak di bidang perdagangan dan jasa. Komunitas Tionghoa sudah berbaur dengan Suku Jawa, dan banyak di antara mereka yang menggunakan Bahasa Jawa dengan logat yang kental sehari-harinya. Selain itu di beberapa kota-kota besar di Jawa Tengah ditemukan pula komunitas Arab-Indonesia. Mirip dengan komunitas Tionghoa, mereka biasanya bergerak di bidang perdagangan dan jasa. Di daerah perbatasan dengan Jawa Barat terdapat pula orang Sunda yang sarat akan budaya Sunda, terutama di wilayah Cilacap, Brebes, dan Banyumas. Di pedalaman Blora (perbatasan dengan provinsi Jawa Timur) terdapat komunitas Samin yang terisolir, yang kasusnya hampir sama dengan orang Kanekes di Banten.

 

Bahasa

Meskipun Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi, umumnya sebagian besar menggunakan Bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari. Bahasa Jawa Dialek Solo-Jogja dianggap sebagai Bahasa Jawa Standar. Di samping itu terdapat sejumlah dialek Bahasa Jawa; namun secara umum terdiri dari dua, yakni kulonan dan timuran. Kulonan dituturkan di bagian barat Jawa Tengah, terdiri atas Dialek Banyumasan dan Dialek Tegal; dialek ini memiliki pengucapan yang cukup berbeda dengan Bahasa Jawa Standar. Sedang Timuran dituturkan di bagian timur Jawa Tengah, di antaranya terdiri atas Dialek Solo, Dialek Semarang. Di antara perbatasan kedua dialek tersebut, dituturkan Bahasa Jawa dengan campuran kedua dialek; daerah tersebut di antaranya adalah Pekalongan dan Kedu. Di wilayah-wilayah berpopulasi Sunda, yaitu di Kabupaten Brebes bagian selatan, dan kabupaten Cilacap utara sekitar kecamatan Dayeuhluhur, orang Sunda masih menggunakan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-harinya.
Berbagai macam dialek yang terdapat di Jawa Tengah:
1.     dialek Pekalongan
2.     dialek Kedu
3.     dialek Bagelen
4.     dialek Semarang
5.     dialek Pantai Utara Timur (Jepara, Rembang, Demak, Kudus, Pati)
6.     dialek Blora
7.     dialek Surakarta
8.     dialek Yogyakarta
9.     dialek Madiun
10. dialek Banyumasan (Ngapak)
11. dialek Tegal-Brebes

 

 

Agama

Sebagian besar penduduk Jawa Tengah beragama Islam dan mayoritas tetap mempertahankan tradisi Kejawen yang dikenal dengan istilah abangan. Agama lain yang dianut adalah Protestan, Katolik, Hindu , Budha, Kong Hu Cu, dan puluhan aliran kepercayaan. Penduduk Jawa Tengah dikenal dengan sikap tolerannya. Sebagai contoh di daerah Muntilan, kabupaten Magelang banyak dijumpai penganut agama Katolik, dan dulunya daerah ini merupakan salah satu pusat pengembangan agama Katolik di Jawa. Provinsi Jawa Tengah merupakan provinsi dengan populasi Kristen terbesar di Indonesia.




GAMELAN JAWA

Gamelan Jawa merupakan Budaya Hindu yang digubah oleh Sunan Bonang, guna mendorong kecintaan pada kehidupan Transedental (Alam Malakut)”Tombo Ati” adalah salah satu karya Sunan Bonang. Sampai saat ini tembang tersebut masih dinyanyikan dengan nilai ajaran Islam, juga pada pentas-pentas seperti: Pewayangan, hajat Pernikahan dan acara ritual budaya Keraton.



WAYANG KULIT

Kesenian wayang dalam bentuknya yang asli timbul sebelum kebudayaan Hindu masuk di Indonesia dan mulai berkembang pada jaman Hindu Jawa. Pertunjukan Kesenian wayang adalah merupakan sisa-sisa upacara keagamaan orang Jawa yaitu sisa-sisa dari kepercayaan animisme dan dynamisme. Menurut Kitab Centini, tentang asal-usul wayang Purwa disebutkan bahwa kesenian wayang, mula-mula sekali diciptakan oleh Raja Jayabaya dari Kerajaan Mamenang / Kediri. Sekitar abad ke-10 Raja Jayabaya berusaha menciptakan gambaran dari roh leluhurnya dan digoreskan di atas daun lontar. Bentuk gambaran wayang tersebut ditiru dari gambaran relief cerita Ramayana pada Candi Penataran di Blitar. Cerita Ramayana sangat menarik perhatiannya karena Jayabaya termasuk penyembah Dewa Wisnu yang setia, bahkan oleh masyarakat dianggap sebagai penjelmaan atau titisan Batara Wisnu. Figur tokoh yang digambarkan untuk pertama kali adalah Batara Guru atau Sang Hyang Jagadnata yaitu perwujudan dari Dewa Wisnu.


KERIS JAWA

Keris dikalangan masyarakat di jawa dilambangkan sebagai symbol “ Kejantanan “ dan terkadang apabila karena suatu sebab pengantin prianya berhalangan hadir dalam upacara temu pengantin, maka ia diwakili sebilah keris. Keris merupakan lambang pusaka. Di kalender masyarakat jawa mengirabkan pusaka unggulan keraton merupakan kepercayaan terbesar pada hari satu sura. Keris pusaka atau tombak pusaka merupakan unggulan itu keampuhannya bukan saja karena dibuat dari unsure besi baja, besi, nikel, bahkan dicampur dengan unsure batu meteorid yang jatuh dari angkasa sehingga kokoh kuat, tetapi cara pembuatannya disertai dengan iringan doa kepada sang maha pencipta alam ( Allah SWT ) dengan duatu apaya spiritual oleh sang empu. Sehingga kekuatan spiritual sang maha pencipta alam itu pun dipercayai orang sebagai kekuatan magis atau mengandung tuah sehingga dapat mempengaruhi pihak lawan menjadi ketakutan kepada pemakai senjata pusaka itu.

Sumber : http://kebudayaankesenianindonesia.blogspot.com/2011/05/kebudayaan-dan-kesenian-jawa-tengah.html